Rabu, 30 Desember 2015

Taon Baru


Hari ini tepat hari terahkir di tahun 2015. Tahun memang berganti dengan cepat, aku rasa. Padahal sih nggak juga. Tahun, waktu dan juga hari sudah berjalan sesuai dengan rotasinya. Hanya saja kondisi masing-masing personal membuat dirinya merasa memiliki perasaan yang berbeda pula. Apapun itu yang pasti tahun baru masehi segera datang. Dan disinilah kita sebagai generasi yang cerdas harus memakai akal dan juga pikiran.

Seperti biasa dan terkadang terlihat begitu wajar kalau taon baru identik dengan terompet. Atau merayakan taon baru dengan hal-hal lain atau mungkin menurutku lebih tepat disebut huru-hara. Oh my Rabb, semoga aku dan kamu nggak perlu jadi oon dengan tasyabuh ala kaum kafir. Bisa jadi ini alasan kenapa Alloh kasih otak, akal dan pikiran. Biar pinter. Ngapain juga hura-hara atau pesta taon baru terus tidur kepagian, shubuh ketinggalan.

Jadi generasi harus cerdas, nggak perlu melakukan hal-hal yang nggak ada manfaatnya. Hal bermanfaat juga masih banyak. Bayangkan aja kalau kamu lagi berpesta dan nggak jelas dengan taon barumu itu lalu malaikat pencabut nyawa datang, bisa apa kamu?!

Itu baru contoh paling simple. Lah belum lagi yang free seks, minum miras dan lain-lainnya. Naudzubilla min dzalik kalau sampai malaikat pencabut nyawa datang pas kamu lagi maksiat. Apapun itu kegiatan terbaik saat taon baru masehi adalah tidur. Biar sholat shubuhnya nggak kelewat. Jadilah muslim dan muslimah yang cerdas. Untuk jadi cerdas juga butuh belajar nggak bisa langsung didapat.





Source image:  taziex82.biz

Jadi Petani Nggak Keren, Yakin?!






Ngomongin tentang petani tentu yang pertama kali muncul di benak kita adalah sawah. Sebagian besar anak muda jaman sekarang nggak mau jadi petani. Banyak yang bilang petani itu nggak keren. Kerjanya kepanasan. Nggak elit, karena harus ada di sawah atau di kebun. Udah gitu mesti pegang pupuk. Iya kalau pupuk buatan pabrik, lah kalau pupuk kandang. Idih ogah banget. Entah sejak kapan banyak sekali tanggapan yang kreatif tentang profesi petani ini. 

Jika kita masih berpikiran bahwa jadi petani itu nggak keren maka baiknya kita melakukan brain wash. Iyap, cuci otak biar otak kita bisa berpikir lebih jernih lagi. Kalau ada yang bilang bahwa kerjanya petani itu kepanasan, pasti yang bilang termasuk orang yang kecerdasan intelegentnya dibawah rata-rata. Secara kalau petani kerjanya di dalam ruangan, sedangkan tanaman butuh cahaya matahari sebagai salah satu bahan untuk memasak makanan. Masih ingatkan kalau Cahaya matahari+CO2 akan diolah menjadi makanan yang mana bisa kita nikmati. Terus kalau petani harus menanam di dalam ruangan dan membuat sinar matahari buatan, butuh berapa miliar coba buat kayak gituan?! Karena para petani itu cerdas dan mau berkorban makanya mereka milih buat panas-panasan biar bisa menghemat anggaran dana. Biar hasilnya bisa dinikmati semua orang.

Kalau ada yang bilang jadi petani nggak elit, maka nggak ada salahnya buat jedukin itu kepala ke tembok. Coba sekarang tanyakan harga tanah per meter di daerahmu berapa coba? Dan jadi petani itu biasanya memiliki lahan. Yang mana lahan ini pastinya dibeli pake duit, kecuali kalau kita masih hidup di jaman megalitikum pakenya bukan duit tapi barter alias tukar menukar barang.  Petani itu bukannya nggak elit, tetapi mereka paham benar bagaimana cara memaknai hidup dengan hal-hal yang bermanfaat. Nggak cuma mikirin gengsi kayak kita.

Terus kalau jadi petani nggak mau pegang pupuk, emangnya bisa itu tanaman kita kasih hp?! Jelas pake huruf S jawabnnya nggak. Kita aja dikasih orangtua makanan yang bergizi biar sehat. Sama juga tanaman perlu pupuk biar sehat. Kita nggak perlu jijik liat pupuk kandang, justru kalau kita lebih suka pupuk kimia kita mesti belajar lagi pelajaran biologi. Pupuk kandang jauh lebih sehat dan lebih baik untuk tanaman. Pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan ini nggak bahaya buat kesehatan kita. Udah gitu petani yang memakai pupuk kandang ini termasuk cerdas dan efisien. Biaya perawatan juga bisa dihemat.

Petani itu meskipun nggak kuliah tetapi mereka bisa saja jauh lebih pintar dari kita yang kuliah. Karena para petani belajarnya langsung dari pengalaman dan kehidupan. Beda sama kita yang Cuma belajar teori aja. Belum tentu juga kalau disuruh bikin kompos sukses. Kita itu harusnya menghargai setiap profesi yang ada di dunia ini. Setiap profesi memiliki manfaat. Kalau nggak ada petani kita mau makan apa? Makan duit? Makan fb? Makan gadget? Nggak bisalah. Mulai detik ini stop menghina petani. Kita juga harus mengakui jika jadi petani itu keren. Iya petani itu keren. Karena nggak semua orang mau menjadi petani. Nggak semua orang mau mikirin perut orang lain. Bayangin aja kalau seleruh penduduk dunia nggak ada yang mau jadi petani. Makan apa coba?!. Keep Smart dan Jadi petani keren